Imogiri, Jogja  — Setelah beberapa bulan ga bersepeda, akhirnya hari ini saya bisa kembali menggenjot pedal sepedaku bareng sepasang orang rully dan rina. Karena udh lama ga dipake, sepedaku ini yang saya titip di kontrakannya rully keliatan kusam, lusuh, bekarat seakan menggambarkan pemiliknya. Tempat tujuan bersepeda kali ini adalah bengkelnya mas yanto, karena memang selain masalah yang sudah saya sebutin diatas sepeda ini udh mulai ga enak dipake, itu artinya sepeda ini harus di serpis. Jam 8 pagi kita mulai berangkat dari Monjali (Monumen Jogja Kembali) melewati tugu dan jalan Malioboro lanjut ke Imogiri. Sesampainya di bengkel dicek semua, mulai dari ujung stang sampe ujung rantai (<– ini kyknya ga ada ujungnya). Ternyata yang paling parah adalah bagian ban belakang, itu udh bengkok2 gitu jalannya kayak tarian ular. Stel ring sepeda, stel rem, stel shifter dll. Setelah itu dites dijalan, sepeda sudah baikan dan siap untuk beraktifitas lagi.

Sepedaku yang lagi di serpis

Setelah itu giliran punya rully dan rina yang diserpis. Sepeda kita bertiga ini ceritanya senasib, sama2 kusam, lusuh dan bekarat. Parah!


Sehabis dari bengkel kita mampir makan dulu (cerita pas makan ntr q posting habis ini). Kemudian lanjut untuk menuju perjalan balik ke kos masing2. Tapi sebelumnya kita mampir dulu ke tempat cuci motor, karena kasian liat sepeda kita sudah hampir mirip besi rongsokan. Kita pilih tempat cuci sepeda yang eksklusif (sekali2 manjain sepeda kita gpp kan?), tempat cuci sepeda ini dilengkapi dengan dual canon dengan tekanan air yang sangat tinggi sehingga kotoran dan lemak bisa terangkat. ini buktinya

Tempat nyuci sepeda

Minggu depan sepeda ini siap untuk digenjot ke kota Klaten bareng AMIKOM Cycling Community.