Postingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang pengguna Styles and Formatting di LibreOffice writer berlaku juga di OpenOffice writer. Sebenarnya fitur aplikasi pengolah kata yang berbasis opensource ini tidak kalah dengan Ms. Word yang mengaruskan kita membajak bayar untuk menggunakannya, bahkan untuk melakukan konversi ke file .pdf sudah tersedia di libreoffice. Tapi saya pernah menemukan beberapa orang yang mengaku sebagai penggiat opensource software menggunakan Ms. Word (di install pake wine) untuk menyelesaikan laporan tugasnya dan kemudian saya tanyakan kenapa kok ga pake aplikasi pengolah kata bawaan yang sudah tersedia di linux mu itu aja. Kemudian dia cuma menjawab “susah dab!”.

Menurut saya ga susah, yang susah itu adalah mengubah kebiasaan kita untuk ketergantungan dengan aplikasi tsb. Dari segi tampilan boleh dibilang mirip dengan Ms. Office hanya saja untuk tata letak pada sub-menu yang berbeda, klo ini sebenarnya ga masalah. Kembali ke topik. Styles and Formatting digunakan untuk menjaga agar format dokumen kita tetap konsisten, dibuat sebagai template (biasanya diperkantoran) sehingga bisa dipake oleh beberapa orang, membuat daftar isi (Table of Content) dan untuk membuat dokumen map.

Kebetulan sekarang saya lagi mengerjakan skripsi dan syarat dari kampus adalah mengumpulkan hasil file skripsi dalam bentuk satu file .pdf dan ada dokumen map-nya. Untuk orang jadul atau beberapa orang geek, membuat dokumen map biasanya menggunakan LaTex. Saya belom pernah nyoba pake sich, etapi katanya sedikit coding gitu cara bikin dokumen map-nya. Klo saya ga mau ribet dulu harus coding hanya untuk membuat dokumen map, trus kapan selesainya nih skripsi klo gitu? 😦

Membuat dokumen map di libreoffice writer itu mudah beud, tinggal klik sana klik sini, setting sana setting sini pada jendela Styles and Formatting kemudian jadi dan siap dipakai. Dan yang paling penting disini adalah bisa membuat daftar isi (Table of Content). Bayangin aja skripsi 100 lebih halaman yang berisi beberapa bab dan sub bab harus kita cari satu persatu dimana halaman itu berada dan diketik ke lembar daftar isi *capede*. Dengan pengaturan format yang sudah kita bikin sebelumnya pada jendela Styles and Formatting, kita hanya memanggil format tadi pada halaman daftar isi di menu Indexes and Tables secara otomatis akan muncul nama2 halaman yang kita inginkan di daftar isi (kayak sulap). Setelah semuanya sudah selesai tinggal export to pdf maka dokumen map akan muncul di sidebar pdf reader.

Untuk cara membuat format dokumen di Styles and Formatting, mungkin saya akan posting satu-persatu di blog ini (nanti klo sempat). Formatnya paling saya contohkan untuk pembuatan skipsi.

Disini saya tidak mau terlalu idealis harus beralih ke opensource atau tidak. Jika emang mau konsisten migrasi ke linux dan opensource software ya jangan memaksakan untuk memasang aplikasi bukan pada tempatnya (contoh tadi yang udh saya tulis diatas), klo saya mending ga usah migrasi pake win$ aja, soalnya yg tadi itu tanggung. Ato pake win$ asli tapi aplikasi yang dipake adalah opensource software (ini lebih baik menurutku).