Pertama beli komputer di tahun 2005, saya belum paham tentang legalitas sebuah perangkat lunak yang saya pasang di komputer saya itu. Tapi semenjak kuliah di semester 3 baru saya tau klo perangkat lunak itu tidak semuanya bebas saya pasang di komputer saya, ada yang gratis dan ada yang berbayar. Dan dari situlah saya mulai mencoba migrasi perlahan ke perangkat lunak open source. Kenapa perlahan? karena saya tidak punya uang untuk beli perangkat lunak berbayar tadi. :))

Hal pertama yang saya lakukan adalah meng-install 2 sistem operasi di komputer saya yaitu, sistem operasi Windows dan sistem operasi Linux. Masuk kuliah semester 6, saya sudah lepas dari ketergantungan menggunakan sistem operasi Windows dan full menggunakan sistem operasi Linux untuk ngerjain tugas kuliah maupun belajar desain. Dan yang bikin berat hati meninggalkan windows adalah game-nya. Iya, di Linux game nya cuma ada versi 2D. :))

Lulus kuliah saya pindah ke kota Bandung untuk mencari nafkah buat keluarga (*tsahh). Karena tuntutan kerjaan saya balik lagi ke sistem operasi berbayar yang sudah digratisin yaitu, OSX. Awalnya di pasang perangkat lunak bajakan sampe akhirnya oleh kantor dibeliin yang original (*ahey). Mulai dari perangkat lunak untuk slicing/desain dengan photoshop dan untuk koding front-end yaitu, coda. Hampir 2 tahun penggunaan perangkat lunak tersebut laptop saya rusak karena hardisk nya udh tidak dapat bekerja lagi sekaligus kabel HDD-nya putus, iya putus. :((

Kemudian saya jual dan duitnya buat tambahan beli laptop baru. Setelah beli laptop baru yang bikin saldo rekening kering, saya kembali ke perangkat lunak bajakan karena perangkat lunak original yang saya pasang di laptop sebelumnya itu adalah punya kantor. Pas saya ganti laptop ini, saya udah pindah kantor di Jogja. Tapi selama kerja menggunakan perangkat lunak bajakan ini saya niatin “klo nanti udh bisa menghasilkan duit lebih dari perangkat lunak ini (photoshop dan sublime text) saya akan beli yang asli”. Bener! selang 1 tahun, saya berhasil meningkatkan pendapatan saya di Themeforest. Dan dari hasil tersebut saya coba cicil beli satu persatu perangkat lunak yang saya gunakan untuk bekerja, menghasilkan duit dan buat makan itu.

1). Sublime Text

Perangkat lunak pertama yang saya beli adalah sublime text, jadi saya mulai cicil itu dari harga yang paling murah dulu. Harganya $70 untuk single license. Kenapa saya tidak membeli coda seperti yang dulu dipake di kantor? karena selain lebih mahal, coda ini terlalu berat pemakaiannya di laptop saya. Klo sublime text ini lebih ringan dan banyak plugin tersedia di dalamnya.

2). Plants VS Zombie

Pada sistem operasi OSX itu game-nya tidak sebanyak di Windows untuk kategori bajakannya (LOL). Karena game 3D nya ga ada yang seru dan mahal pula, maka saya beli game yang murah aja, yang penting ada hiburan dikit. Pilihan jatuh pada game : Plants VS Zombie, game yang ga bikin stres dan bisa tamat berkali-kali. Harganya sekitar $9.

3). Photoshop

Perangkat lunak ini sebenernya sudah dari lama pengen beli, tapi selalu ditunda karena harganya terlalu mahal buat saya. Photoshop CS5 itu dibanderol dengan harga $900 untuk single license. Sebenernya ada cara yang bisa bikin harga photoshop ini murah sih yaitu, pake yang student edition. Tapi butuh KTM dll. untuk mendapatkan edisi tersebut. Sampe akhirnya si Adobe mengeluarkan produk creative cloud (CC). Jadi modelnya kita subscribe dan bayar per-bulan atau per-tahun untuk penggunaan produk perangkat lunak mereka. Klo di itung-itung lebih murah sih karena kita dapet support, cloud storage, typekit (font premium), software update berkala, behance prosite dan video tutorial. Dengan membayar sekitar $191 per-tahun atau sekitar Rp. 1.850.000 per-tahun ini menurut saya masih “worth it” untuk penggunaan selama setahun. Apalagi anda yang sudah level pro, mungkin harga segitu akan balik modal hanya dalam waktu 1 bulan dan tentunya penghasilan dari perangkat lunak ini lebih barokah. ^^,

Dari 3 perangkat lunak diatas yang sudah saya beli, masih ada beberapa yang ingin saya beli salah duanya adalah adobe lightroom dan adobe illustrator. Karena sekarang saya mulai hobi jepret-jepret dan butuh lightroom untuk mengedit tone warna dan lain-lain. Mudah-mudahan tahun depan bisa beli perangkat lunak ini. Amiin.